Rabu, 24 September 2008

Kololi Kie Mote Ngolo; Ritual Keliling Gunung Ternate

Kololi Kie = Mengelilingi Gunung, Mote Ngolo = Melalui Laut

Ritual yang sudah dilaksanakan Kesultanan Ternate sejak ratusan tahun lalu,  saat ini dilakukan  bersamaan dengan Festival LEGU GAM (Pesta Rakyat) Moloku Kie Raha, yang berpusat di Halaman Kadataon Sultan (Sunyie Lamo), dipimpin langsung oleh Sultan Ternate.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghormati para leluhur, dan sebagai bagian dari doa untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat Ternate.

Ritual ini dimulai dari pembacaan doa oleh imam masjid Sultan (Jou Kalem), di Jembatan Kesultanan Dodoku Mari (sekarang: jembatan dodoku ali), melepas keberangkatan berbagai perahu sebagai peserta Kololi Kie, terdiri atas: Perahu Sultan Ternate, Sultan Jailolo (yang juga diajak), perahu2 komunitas adat (Soa) yang dipimpin oleh masing-masing kepala Soa. Doa dibacakan di pelabuhan, sementara perahu satu persatu mulai berjalan, diawali dengan berkelilingnya semua perahu, mengitari perahu Sultan Ternate sebanyak 3 kali.

Perjalanan dimulai ke arah utara pulau, selama perjalanan, iring-iringan perahu tiap Soa dilengkapi dengan alat musik tifa, gong dan fiol (alat musik gesek), suasana adat dan tradisional sangat terasa dalam perjalanan ini, karena saya ikut di perahu yang ditumpangi Sultan (perahu Naga, yang terbesar). sehingga, selalu berada di depan.

Dalam perjalanan, rombongan perahu akan berhenti di 3 tempat, untuk melakukan doa dan tabur bunga, sebagai penghormatan untuk para pendahulu yang telah tiada, sekaligus doa untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat dan kesultanan.

Selanjutnya, iring-iringan Perahu ini disambut acara makan siang dan Joko Kaha (upacara penyambutan tamu/pembesar) di desa Ake Rica, sehingga Sultan dan permaisuri harus turun ke tepi pantai, bersama rombongan lainnya sambil menikmati hidangan makan makanan adat ( nasi kuning -dada- ikan bakar, dll) bersama rakyatnya, diiringi alunan tifa, gong dan fiol.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga selesai mengitari gunung Gamalama, kembali ke pelabuhan Dodoku Ali, tepat di depan Kadaton Sultan Ternate.

Sungguh merupakan suatu prosesi adat yang luar biasa, kurang lebih 4 jam menikmati keindahan Ternate dari laut, menyaksikan betapa rakyat masih menghormati Sultannya, sekaligus melihat Ternate dari sisi lain.

Semoga ritual seperti ini tetap lestari!!

(catatan perjalanan Kololi Kie Mote Ngolo, April 2008)
penulis : maulana
photo   : maulana






























3 komentar:

  1. Kololi Kie setiap bulan apa om... kita inga kakacil dulu kita su pernah satu kali lia di ake rica.. tapi su lamaaaaa skali.. masi kacil skali..

    BalasHapus
  2. koli kie majang sado.... ngom ngofa se dano banggga bahaya heheh

    BalasHapus
  3. untuk beberapa tahun terakir ini, "Kololi Kie" dilaksanakan setiap minggu pertama atau ke-2 april, bagian dari acara pesta rakyat "Legu Gam", thanks comment nya..

    BalasHapus